SLAMET GAPRAX, Indonesia

Blog EntryEVOLUSI ORANG-ORANG MENJADI KERAMar 13, '07 7:52 AM
for everyone
Rabu, 19 Juli 2006 pukul 16.00 WIB di Kompleks Balai Pemuda jl.Gubernur Suryo 15 Surabaya.Ide Pertunjukkan:Penolakan terhadap teori Evolusi Charles Robert Darwin pertengahan abad 19.Sinopsis:EVOLUSI ORANG-ORANG MENJADI KERA.Kera awalnya memang tinggal di hutan, mencari makan untuk anak istrinya dari pohon-pohon, orang-orang datang membabati pohon-pohon, membabati hutan-hutan, dijadikan hutan, ditumbuhi pohon-pohon tapi dari beton, kera mencuri makan orang, orang mebunuh kera, orang makan kera, orang mencuri makan orang, orang-orang mencuri makan orang, orang-orang membunuh orang, orang-orang makan orang, orang-orang makan orang-orang, anak istri kera tidak bisa makan.Konsep pertunjukkan:Pemikiran ini berangkat dari suatu penafsiran bebas atau asumsi-asumsi yang menolak tentang teori  Evolusi Charles Robert Darwin, seorang kebangsaan Inggris pada pertengahan abad 19 tentang  manusia merupakan hasil evolusi dari kera. Hal ini merupakan bentuk pengingkaran secara besar-besaran terhadap keTuhanan dari seorang atheisme yang berpaham materialistik. Teori ini meyakini bahwa keberagaman makhluk hidup merupakan produk evolusi dari makhluk hidup sebelumnya/ nenek moyangnya yang beradaptasi dengan lingkungannya, dan ini menunjukkan adanya indikasi yang menafikan Tuhan.Di sisi lain teori Darwin adalah bentuk rasisme yang menganggap ras orang kulit putih lebih unggul dan orang Negro atau suku Aborigin adalah ras terendah yang lebih mendekatai evolusi kera.Performance art yang ditampilkan malah mencoba bertolak dari seluruh persoalan ini semua: evolusi Charles Robert Darwin adalah evolusi lain yang berbanding terbalik atau tidak fisikal tapi lebih substansial mengenai perubahan watak/sifat/naluri: Evolusi orang-orang menjadi kera, sebah penafsiran, asumsi dan imajinasi yang sangat sederhana yakni dari persoalan makan. Makan bukan hanya masalah fungsional  untuk menambah energi bagi tubuh dan kelangsungan hidup semata, lebih dari itu ada sisi etika maupun estetika dari berbagai seremonial yang ditawarkan dalam satu perjamuan, diasmping itu sisi yang paling penting adalah makan merupakan kegiatan atau pekerjaan yang mempunyai nilai spiritualitas. Pada masa purba/primitif orang melakukan kegiatan spiritual atau upacara ritual tertentu sebelum berburu arau mencari makanan, begitu juga setelah memperoleh hasil buruan/makanan. Dalam berbagai kepercayaan maupun agama manapun kita juga diajari berdoa sebelum makan, di luar itu niscaya terjadi distorsi atau pergeseran dari sebuah nilai/kegiatan spiritual yang memunculkan kerakusan/kerakusan.
 

sebuahrisalah wrote on Apr 27, '07
ih..seram amat Bang judulnya...hehehe...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help